Senin, 02 Desember 2013
Naluri Sang Guru
Hari ini lagi-lagi saya terlibat emosi terhadap kenakalan siswa, ya meski kadar marahku masih dikategorikan wajar, namun tetap saja ada perasaan menyesal setelah bersikap seperti itu. Jujur saya bersikap demikian bukan untuk melampiaskan emosi namun karena saya tidak ingin siswa tersebut terbiasa bersikap nakal yang saya nilai sudah tidak dapat ditolerin dan bisa dikatakan ini tanda peduli dan sayang sebagai seorang guru. Malam ini seperti biasa jika saya habis melampiaskan emosi kepada siswa, ada perasaan gelisah dan penyesalan yang menghampiri. Bukan kali ini saja, ini sering terjadi, bahkan berulang kali ketika saya bertindak tegas kepada siswa. Apakah ini memang naluri seorang guru? entahlah. Saking menyesalnya terkadang saya pernah menangis dan berharap tidak mengulangi lagi, meski saya tahu menahan kesabaran tidaklah mudah. Namun mungkin inilah pelajaran penting bagi saya untuk menjadi figur pendidik yang lebih sabar dan mencintai siswa saya dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar